Focus Group Discussion (FGD) Terkait Sharing Session Visibility Chart di Bandar Udara H. Asan – Sampit

Kamis, 23 April 2026 – Dalam upaya meningkatkan standar keselamatan penerbangan di wilayah Kotawaringin Timur, Stasiun Meteorologi H. Asan menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Stasiun Meteorologi H. Asan beserta jajaran pegawai operasional, serta berkolaborasi erat dengan tim operasional dari AirNav Indonesia (ATC) cabang Sampit. Forum ini menjadi ajang penting untuk menyamakan persepsi antara pengamat cuaca (BMKG) dan pemandu lalu lintas udara (AirNav) mengenai parameter jarak pandang. Diskusi ini fokus pada Sharing Session Visibility Chart yang menjadi instrumen krusial dalam operasional harian bandara.

Dalam paparan materinya, dibahas mengenai definisi visibilitas menurut standar ICAO, yakni jarak maksimum sebuah benda hitam dapat terlihat dan dikenali di area mendatar dengan latar belakang yang cerah. Pengukuran ini menjadi sangat vital karena berkaitan langsung dengan keputusan kritis pilot saat take-off untuk menjaga arah di runway, maupun saat pendaratan (landing) guna menentukan apakah pesawat diperbolehkan mendarat atau harus melakukan go-around. Diskusi juga menyoroti berbagai faktor atmosfer yang kerap mempengaruhi jarak pandang di sekitar Bandara H. Asan, seperti kabut (fog), hujan lebat, asap (smoke), hingga fenomena haze akibat polusi

“Kesamaan persepsi mengenai visibilitas bukan sekadar teknis komunikasi, melainkan pondasi utama keselamatan penerbangan dan efisiensi operasional guna menghindari delay atau pembatalan penerbangan yang tidak perlu,” ungkap salah satu poin penting dalam diskusi tersebut. Melalui FGD ini, diharapkan sinergi antara BMKG dan AirNav semakin solid demi memastikan setiap penerbangan di Bandara H. Asan Kotawaringin Timur berjalan aman dan tepat waktu.

Tinggalkan Balasan